FeedDapatkan update terbaru blog ini di Twitter kamu, Follow sekarang!

Menjajal OpenOffice.org 3.0
0

Setelah di luncurkan bulan kemaren, aku langsung tertarik untuk mencoba kemampuan software office yang satu ini. Kebetulan laptop ku baru di install ulang, dan belum ada software officenya. Nah ini dia kesempatan untuk menjajal OpenOffice.orgc3 setelah sekian lama aku sebenarnya sudah pengen pindah pada software office gratisan ini, selain itu fitur-fiturnya tak kalah dengan Microsoft Office.
Kemaren sih dapet instalan Openoffice.org 3 ini download dari internet n langsung aja di install. Proses install sama mudahnya seperti software lain kala di install ke Windows.
Setelah proses instalasi selesai, inilah saatnya mencoba OpenOffice.org3. Proses start aplikasi cukup lambat dan cukup memakan banyak memori. Seperti biasa OpenOffice.org akan menampilkan halaman Welcome, disitu kita langsung bisa mengakses aplikasi OpenOffice.org berupa OpenOffice Writer, Impress, Base, Calc, Draw, dan Math.
Aku langsung mencoba OpenOffice Writernya, tampilan pertama Openoffice memang dikenal cukup simpel dan sederhana, terdapat 2 tool bar dan 1 menubar, namun kita bisa menambahkan toolbar-toolbar yang berguna dan akan sering kita gunakan, seperti biasa aku menambahkan toolbar drawing, karena toolbar satu ini memuat beberapa elemen yang penting dan sering digunakan dalam kreativitas kita mengolah dokumen.
Fitur-fitur yang dibawa openoffice cukup lengkap, tanpa basa-basi dengan klik 1 shortcut kita bisa langsung menconvert document ke format .pdf, selain itu pada OpenOffice ini kita langsung dapat membuat document baru aplikasi OpenOffice lainnya dalam 1 jendela, Autocomplete word, serta kita bisa menambahkan fungsi-fungsi lainnya dengan plug-in yang bisa didownload dari situs Openoffice.org.
Sempat kagok juga saat pertama kali menggunakannya mengetik, ternyata ada beberapa shortcut2 keyboard yang tidak sama dengan yang biasa digunakan di Microsoft Office, seperti Change Case yang dapat ditempuh dengan SHIFT+F3, ternyata tidak bisa digunakan, serta beberapa shortcut lainnya. Namun begitu, bukannya OpenOffice tidak mampu melakukannya, semua tersedia di toolbar dan menu-menunya. Sementara shortcut-shortcut basic masih sama dengan Ms.Office, semisal Copy, cut, paste, save, dll.
Bagi yang terbiasa menggunakan Microsoft Office, ketika men-setup halaman pasti akan menuju File>Pagesetup, cara ini tidak berhasil di OpenOffice, he he...., ternyata menunya terdapat di Format>Page, penformatan halaman dijadikan satu di jendela ini. Emang sih harus sedikit beradaptasi untuk menggunakan OpenOffice ini, tapi sebagai software yang free patutlah software ini diacungi jempol, walaupun belum bisa sepenuhnya menandingi kedigdayaan Microsoft Office.
Beberapa kelemahan yang aku rasakan di Openoffice ini adalah pemakaian memori yang cukup besar, kemudian beberapa kali OpenOffice ini mengalami crash.


Bagikan posting ini :

0komentar:

Post Your Comment (Anda mencari form komentar lama?)